![]() |
| Terlihat dr. Zadrak sedang memeriksa seorang pasien anak secara langsung dengan stetoskop di ruang perawatan, di Tengah Padatnya Agenda Bupati, dr. Zadrak Tetap Turun Memeriksa Pasien. |
TANA TORAJA, DUPLIKNEWS.COM – Kesibukan sebagai kepala daerah tidak sepenuhnya membuat dr. Zadrak Tombeg meninggalkan profesi mulianya sebagai dokter.
Di sela aktivitasnya sebagai Bupati Tana Toraja, Zadrak masih menyempatkan diri bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui pelayanan kesehatan.
Hal itu terlihat ketika dirinya berada di ruang perawatan dan memeriksa seorang pasien anak, Senin (28/9/2026. Dengan stetoskop di tangan, Zadrak tampak melakukan pemeriksaan secara langsung, berhadapan dengan pasien dalam suasana yang jauh dari formalitas agenda pemerintahan. Pemandangan tersebut menghadirkan sisi lain dari seorang kepala daerah.
Jika dalam kapasitasnya sebagai bupati ia berhadapan dengan persoalan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik, maka sebagai dokter ia kembali berada pada posisi yang lebih dekat dengan masyarakat dengan mendengar keluhan dan melihat kondisi pasien secara langsung.
“Menjadi bupati tidak berarti saya harus meninggalkan profesi sebagai dokter. Ketika ada kesempatan untuk melihat dan melayani masyarakat secara langsung, saya tetap ingin hadir. Karena bagi saya, pelayanan kepada masyarakat adalah bagian dari pengabdian,” ujar Zadrak.
Bagi seorang dokter, pemeriksaan pasien bukan hanya tindakan medis. Ada komunikasi, perhatian dan proses memahami kondisi seseorang sebelum menentukan langkah pelayanan.
Hal yang sama terlihat dalam momen tersebut. Di hadapan seorang pasien anak, Zadrak tidak tampil sebagai pejabat yang dibatasi jarak protokoler, melainkan sebagai dokter yang memberikan perhatian langsung.
"Kesehatan itu bukan hanya soal kebijakan dan fasilitas, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan ketika mereka membutuhkan. Karena itu, kita harus terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Peran ganda itu membuat aktivitas tersebut memiliki makna tersendiri. Sebagai bupati, Zadrak memiliki tanggung jawab terhadap arah kebijakan daerah. Sebagai dokter, ia bersentuhan langsung dengan salah satu kebutuhan dasar masyarakat: kesehatan.
Pada akhirnya, kebijakan kesehatan tidak hanya berbicara tentang angka, fasilitas dan program. Di baliknya ada pasien, keluarga dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara nyata.
Dan pada momen tertentu, seorang kepala daerah kembali berada di ruang yang lebih sederhana: di sisi tempat tidur pasien, dengan stetoskop dan perhatian langsung kepada masyarakat.
Penulis: Albert Agus
