TANA TORAJA,DUPLIKNEWS – Sebuah mobil minibus bernomor polisi DA 7015 HC terjun ke jurang di Dusun Tondok Baga', Kelurahan Kondodewata, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja, Kamis sore (18/6/2026). Hingga Senin (22/6/2026), kendaraan tersebut masih berada di lokasi kejadian dan belum mendapatkan penanganan maupun proses evakuasi.
Sopir sekaligus pemilik kendaraan, Tarik, mengatakan kecelakaan terjadi saat mobil yang dikendarainya melintasi jalan tanjakan dengan kondisi rusak parah. Demi keselamatan, ia terlebih dahulu menurunkan seluruh penumpang yang berjumlah 16 orang ketika kendaraan mulai keluar dari badan jalan.
"Ketika ban mobil sudah keluar dari badan jalan, saya memutuskan menurunkan seluruh penumpang. Setelah itu mobil ditinggalkan selama satu malam karena situasi tidak memungkinkan," ujar Tarik.
Menurut Tarik, keesokan harinya ia kembali ke lokasi untuk mencoba menarik kendaraan tersebut. Namun saat berupaya menghindari sebuah batu besar yang berada di tengah jalan, mobil justru mundur dan kehilangan kendali hingga akhirnya terjun ke jurang.
"Rem tidak blong. Namun karena kondisi jalan yang sulit dan saya kaget saat mobil mundur, kendaraan akhirnya tidak bisa dikendalikan dan jatuh ke jurang," jelasnya.
Tarik mengungkapkan, kendaraan tersebut baru pertama kali digunakan untuk melayani rute menuju wilayah Simbuang setelah didatangkan dari Kalimantan. Ia juga menyayangkan belum adanya respons maupun bantuan dari pihak terkait untuk proses evakuasi, meski peristiwa tersebut telah ramai diperbincangkan di media sosial.
"Sampai sekarang belum ada tindakan atau bantuan untuk proses evakuasi. Padahal kejadian ini sudah viral di media sosial," katanya.
Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk membantu evakuasi kendaraan tersebut. Selain itu, Tarik meminta adanya perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah Simbuang dan Mappak yang dinilai masih memprihatinkan.
"Kami berharap ada respons dari pihak terkait agar mobil bisa dievakuasi. Selain itu, pemerintah perlu lebih serius memikirkan dan membangun infrastruktur jalan di Simbuang-Mappak agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah Simbuang-Mappak yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat kerusakan yang cukup parah dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
