![]() |
| IWO Sulsel Minta Publik Bedakan Media Belum Terverifikasi dan Media Abal-abal |
MAKASSAR,DUPLIKNEWS — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, meluruskan penggunaan istilah “media abal-abal” agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, tidak semua media yang belum terverifikasi atau belum terdaftar di Dewan Pers dapat langsung disebut sebagai media abal-abal. Banyak media alternatif, media komunitas, maupun media rintisan yang tetap bekerja secara profesional dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
Zulkifli menjelaskan, istilah media abal-abal lebih tepat ditujukan kepada media yang tidak menjalankan kaidah jurnalistik, tidak memiliki legalitas yang jelas, tidak transparan mengenai struktur redaksi, tidak melakukan verifikasi informasi, serta menyebarkan hoaks atau informasi menyesatkan.
Karena itu, ia mengajak publik untuk tidak menggeneralisasi seluruh media yang belum terverifikasi sebagai media abal-abal, melainkan menilai media berdasarkan profesionalisme dan kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

