![]() |
| Kasat Lantas Polres Tator Berbaur dengan Masyarakat dalam Prosesi Ma'badong di Tongkonan Rantedollok. |
TANA TORAJA, DUPLIKNEWS.COM - Wujud kedekatan Polri dengan masyarakat kembali terlihat dalam pelaksanaan upacara adat Rambu Solo' yang digelar di Tongkonan Rantedollok, Lembang Rantedada, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Kamis (25/6/2026).
Kasat Lantas Polres Tana Toraja, AKP Syarifuddin, tampak turut berbaur bersama masyarakat mengikuti prosesi Ma'badong, salah satu ritual sakral dalam tradisi pemakaman masyarakat Toraja.
Dalam suasana penuh khidmat, AKP Syarifuddin berdiri bersama masyarakat membentuk lingkaran Ma'badong sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang masih dijaga kuat oleh masyarakat Toraja.
Kehadirannya tidak hanya sebagai aparat kepolisian yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, tetapi juga sebagai wujud penghargaan terhadap kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Prosesi Ma'badong merupakan ritual adat yang berisi syair-syair dan lantunan duka cita yang dibawakan secara berkelompok sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, penghormatan, serta solidaritas sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Toraja.
Kehadiran Kasat Lantas di tengah-tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari keluarga dan warga yang mengikuti rangkaian upacara adat. Sikap tersebut dinilai mencerminkan semangat Polri yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghormati adat dan budaya setempat.
Momentum tersebut sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara Polri dan masyarakat Toraja. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan adat di Tongkonan Rantedollok, AKP Syarifuddin memperlihatkan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memperkuat kebersamaan serta merawat nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur.
"Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, menghormati adat istiadat, dan menjaga kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa," demikian semangat yang tercermin dari kehadiran Kasat Lantas dalam prosesi Ma'badong tersebut.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui penghormatan terhadap budaya lokal, sehingga tercipta suasana yang aman, harmonis, dan penuh kekeluargaan. (Red)
