![]() |
| Pedagang Pasar Seni Makale Mengaku Rugi Akibat Dugaan Pencurian Berulang di Area Pasar. |
TANA TORAJA, DUPLIKNEWS.COM - Sejumlah pedagang kaki lima di kawasan Pasar Seni Makale mengaku resah akibat seringnya terjadi kehilangan alat usaha maupun barang dagangan. Ironisnya, keberadaan kamera pengawas (CCTV) di lokasi seolah tidak memberikan manfaat karena laporan mereka disebut tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.
Keluhan tersebut disampaikan beberapa pedagang yang sehari-hari berjualan di area Pasar Seni Makale. Mereka mengaku sudah berulang kali kehilangan barang, mulai dari kompor, LPG, hingga stok dagangan yang disimpan di lapak.
“Sudah beberapa kali pedagang kehilangan barang. Ada yang hilang alat jualannya, ada juga barang dagangan. Kami sudah pernah mengadu ke penanggung jawab Pasar Seni karena di sini ada CCTV, tapi sampai sekarang tidak pernah ada kejelasan,” ungkap salah seorang pedagang, Selasa (12/5/2026).
Menurut para pedagang, ada kamera pengawas terpasang di kawasan pasar seni, namun saat terjadi kehilangan, mereka mengaku hanya diminta menunggu tanpa kejelasan perkembangan penelusuran.
“Kami heran karena CCTV ada, tapi setiap ada kehilangan selalu tidak jelas ujungnya. Kalau memang berfungsi, seharusnya bisa membantu mengidentifikasi pelaku,” ujar pedagang lainnya.
Akibat kejadian yang berulang, para pedagang mulai merasa tidak nyaman meninggalkan barang dagangan mereka, terutama saat malam hari atau ketika aktivitas pasar seni mulai sepi. Sebagian bahkan memilih membawa pulang peralatan dagang setiap hari demi menghindari kehilangan kembali walaupun tekor di ongkos antar jemput barang.
Para pedagang berharap pengelola pasar maupun pihak terkait dapat lebih serius menanggapi keluhan tersebut. Mereka meminta evaluasi terhadap sistem keamanan di kawasan pasar seni, termasuk transparansi penggunaan CCTV apabila terjadi dugaan pencurian.
“Kami hanya ingin ada rasa aman saat berjualan. Jangan sampai CCTV cuma pajangan sementara pedagang terus dirugikan,” kata salah satu pedagang itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penanggung jawab pengelola pasar terkait keluhan para pedagang tersebut. (Anto)
