TANA TORAJA, DUPLIKNEWS.COM — Seorang warga berinisial KR (43) melaporkan dugaan tindak pengeroyokan yang dialaminya di wilayah Lamunan, Kampung Baru Makale, pada Kamis (18/12/2025) lalu.
KR menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya bersama beberapa rekan sedang berkumpul di wilayah Kelurahan Lamunan Makale, bertepatan dengan suasana perayaan Natal Bulan Desember lalu.
Menurut keterangan KR, sebuah mobil yang disebut-sebut merupakan kendaraan milik Lurah Sandabilik melintas di lokasi tersebut. KR mengaku sempat menegur pengemudi mobil agar melaju lebih pelan.
“Korban menyampaikan teguran agar kendaraan berjalan pelan,” demikian disampaikan KR dalam keterangannya.
Lebih lanjut, kata KR, kendaraan tersebut sempat berhenti dan terjadi komunikasi singkat. Salah satu rekan KR kemudian disebut telah menyampaikan permohonan maaf, sebelum kendaraan tersebut kembali melanjutkan perjalanan.
Namun, beberapa menit kemudian, KR mengaku didatangi sekelompok orang dan selanjutnya mengalami dugaan pengeroyokan hingga sempat tak sadarkan diri. Dalam keterangannya, KR menyebut terduga pelaku berjumlah sedikitnya 15 orang kemudian disusul oleh Lurah Sandabilik sembari menunjuk korban dan spontan KR langsung di keroyok okeh dua orang hingga sempat tidak sadarkan diri.
Atas peristiwa tersebut, KR secara resmi didampingi Posbakum Pranaja Sulsel melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Tana Toraja pada Jumat (19/12/2025). Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/285/XII/2025/SPKT/Polres Tana Toraja/Polda Sulawesi Selatan.
Direktur Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pranaja Sulawesi Selatan, Silas Tawang, SH, membenarkan adanya pendampingan hukum terhadap korban.
“Iya, saat ini kami dari Posbakum Pranaja Sulsel melakukan pendampingan hukum terhadap korban dan kasusnya sedang dalam proses penanganan oleh pihak Polres Tana Toraja,” ujar Silas.
Silas menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian agar peristiwa tersebut dapat diungkap secara objektif dan berkeadilan.
Ia juga berharap seluruh pihak, khususnya aparatur pemerintahan, dapat mengedepankan sikap bijak dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara, Lurah Sandabilik, Tanri, saat dikonfirmasi media ini, Ia mengakui ada namanya ikut terseret dalam kasus tersebut. "Ia bos," responnya singkat.
Dikonfirmasi lebih lanjut terkait kronologi peristiwa tersebut, Lurah Sandabilik memilih enggan berkomentar. (Red)

